di ujung lelahku

post on: Selasa, 20 September 2011
Kayaknya aku udah diujung lelah ne,,lelah untuk mengerti atau apalah,sok kuat depan orang lain padahal dibelakangnya rapuh,,sok bijak tiap kali teman2 punya masalah sama suaminya,ngasi saran yang sok baik lah,,padahal aku lebih dari itu,banyak masalah yang sulit ku ungkap cuma hati dan allah tahu apa yang ku rasa sekarang,,
Arrgghhh,,
Aku udah gak mampu,,sampe kapan bertahan ne padahal udah capek banget,,
Aku selalu berusaha berubah menjadi baik,baik me semua orang,ramah murah senyum padahal aslinya aku tu cuek,malas sok ramah sama orang tapi aku berubah demi satu orang,aku gak mau masak karena lebih tepatnya aku tak tau masak,aku belajar walaupun tiap hari ne di protes terus,di salahin terus,masakannya gak enak,tawar,bumbunya gak berasa,ya allah padahal aku masih belajar,abang aku saja yang di dalam kubur itu pasti bangga melihat aku udah bisa masak sekarang,tiap aku masak selalu penuh komentar,airnya kebanyakan,kasih garamnya banyak dikit,aku sampai berpikir yang perempuan ini siapa??aku atau dia,aku tahu dia lebih hebat masak dari pada aku tapi tak seharusnya dia ikut campur masalah dapur,bukannya dapur itu dunia wanita,malah aku berpikir coba aku dapat suami kerja kantoran,pasti tiap aku masak tak ada yang cerewet,pagi dy pergi kerja pulangnya tinggal makan,aku juga menyesal ngotot belanja jadi pusing sendiri uang belanja aku sengaja ambil jatah sedikit paling banyak 30 ribu,kalau jualan sepi aku ambil 20 ribu saja itu pun tiap hari masih di tanya ngambil uang berapa??ya allah harga ayam aja 15 ribu belum beli sayur dan bumbu2 kadang beli bensin serta sarapan pagiku,,pusing aku membagi nya,,tapi aku sangat bersyukur setidaknya sekarang aku adalah wanita yang belanja,masak dan menyiapkan semua,
Belum lagi masalah beda suku,kenapa dia suka menghina suku aku ya,melayu itu makannya aneh2,pemalas,kalau dapat uang suka dihabis2kan,boros,ya allah aku coba sabar saja aku juga tak pernah berharap dapat jodoh beda suku hingga aku di hina2 kayak gini,tapi kan tak ada yang bisa menentukan jodoh,,siapa pun jodoh kita wajib di syukuri,dialah yang terbaik kiriman allah,masalah selera pun jadi masalah masakan jawa jauh lebih enak dari masakan melayu,melayu suka banyak kunyit,,masakannya tak pernah enak,,kenapa tidak mencari istri suku jawa saja,mungkin lebih baik bisa masakin masakan jawa dan bisa di suruh kerja jualan jamu,aku juga pernah di bilang bisanya cuma menghabiskan uang saja,bukankah suami tugasnya mencari nafkah menghidupi anak istri dan istri melayani suami mengurus anak.kadang aku merasa aku paling menderita kalau menjalani hidup tapi karena rasa cinta ini lebih besar untuknya mengalahkan seluruh tingkahnya sering menyakiti aku dari suka melirik2 perempuan lain,suka menyalah2in aku sampe membentak2,,kalau di bentak2 tu aku kadang merasa seperti pembantu bukan istri,,aku selalu tak dihargai malah mungkin tak di anggap,banyak kenangan2 yang menyesakan dada kalau pun aku sebutkan satu2 hanya menambah luka,,
Dia saja tak pernah berubah demi aku dia masih seperti itu tak pernah menjadi suami yang aku inginkan,,masih suka tebar pesona,masih suka nongkrong,tidak pernah romantis,tak pernah beri kejutan dia selalu mengharap aku dulu yang beri kejutan padahal aku tak punya uang untuk membelikan dia sesuatu,aku cuma pengen tiap hari dia ucapin i love u bagi ku tu sangat mahal harganya,tapi hampir tak pernah,
Masih terus2an menyalahkan aku jika ada salah sedikit dengan ewa padahal aku bukan manusia super sempurna yang tak pernah buat salah.kalau ewa teriak matanya melolotin aku seolah2 aku ini istri yang tak becus mengurus anak padahal aku masih belajar jadi ibu yang baik,kalau aku lupa angkat baju ewa dia marah2 padahal aku lupa,,
Tak pernah membawaku jalan,padahal libur 2minggu sekali susah sekali ngajak aku jalan,dia malu kali jalan me aku takut semua orang tau dia punya istri,padahal aku ne cantik.kalaupun jalan harus berantem dulu,harus aku nangis dulu.aku yakin kalau cewek lain ngajak jalan dia pasti tak nolak mungkin juga rela tak jualan.dia itu suka jalan cuma tak mau jalan sama aku,buktinya saja tiap mo pergi ke pasar semangat 45,tiap hari ada aja yang lupa beli selalu ada alasan untuk keluar,pergi ke pasar pun sampai 2 jam padahal belanja paling 30 menit sisa waktu asyik nongkrong di pasar sayur,ngander,cuci mata liat wanita2 cantik belanja,pernah ne lagi belanja sama aku ada wanita cantik belanja juga matanya langsung melotot dipandangnya wanita itu lama dia tak nyadar ada aku di sampingnya,aku mau marah2 takut dikira orang cemburuan,,harus gimana ya hidupku??lebih parah dulu aku belum mau masak,aku bangun jam 6 pagi berkemas2 ngurus ewa,jam 12 siang mataku ngantuk dia baru bangun,dia marah2 aku mau tidur siang dia bilang kerjanya aku cuma tidur saja,padahal aku capek,kalau sampai dia yang masak jangan harap aku bisa makan karena merasa tak enak aku milih tidak makan,mungkin kalau tinggal di mempawah aku akan aman soal makan.
Sekarang aku pun tak mau lagi di ajak dia pergi undangan dari pada berantem liat dia melirik wanita lain sampe aku di usir dari rumah lebih baik aku jaga ewa saja,
Aku juga gak ingin lagi ikut dia pergi jualan tiap malam minggu,dia sepertinya keberatan jika ada aku di tempat dia kerja,,udahlah aku tahu dia takut pas ada mantannya beli dia tak bisa ngobrol karena ada aku.
jika ada tempat yang lebih aman aku rasanya ingin pergi saja,tapi jangan harap aku pulang ke mempawah percuma sama saja,,aku ingin hidup berdua saja sama ewa biar tak ada yang menyakiti aku,tak ada lagi yang menghina2 aku,membentak2 aku,
Aku yakin dia tak pernah bisa berubah.apa pun yang dia lakukan pada ku akan ku balas biar dia tahu apa yang aku rasakan,tak ku pungkiri banyak juga kebahagiaan yang udah dia berikan padaku tapi semua tak kan bisa menyembuhkan luka di hati ku,,

POSTING BERKAITAN
TEMPLATE DESIGN BY
m-template | by: bagas96

masih 0 komentar untuk di ujung lelahku

Posting Komentar

#top I powered by blogger.com and Mobile Template script Kang bagas96